Kamis, 14 Februari 2013

Puisi ke-2

Setelah menonton film CLICK dan MY MOM-A LONG VISIT, saya mendapat inspirasi untuk membuat puisi ini. Semoga berkenan. :)


Ketika termenung sendiri di dalam ruang sepi
Teringat lagi akan masa dimana aku berada dalam sebuah zona
Zona dimana aku mendapat semua kenyamanan dan keinginan
Di saat itu aku tak terlalu mengerti arti pengorbanan orang tuaku
    Saat semua telah berlalu
    Kini aku berada di sebuah zona
    Dimana semua kenyamananku diambil dan keinginanku dikubur
    Disaat kesepian dan kegelisahan mulai meringkus hati
Kucoba terus melawan itu
Tapi tetap saja hal itu membebani pikiranku
Aku berpikir ini pilihan yang salah, fatal
Namun hati kecil ini menegur, 'Hei. Ini rencana Tuhan. Bukan rencanamu'
    Aku terus menjalani ini hingga aku lelah
    Disaat itu, aku teringat sebuah syair 'di doa ibuku, namaku disebut'
    Air mata ini jatuh, mengalir tanpa aku sadar
    Aku kembali teringat akan orang tuaku
Aku teringat disaat aku dalam zona nyaman
Tak pernah aku berpikir untuk menghargai keringat orang tuaku
Tapi disaat ini, semua pikiran dan batinku terbuka
Aku menangis, menangis dalam keheningan
    Aku sadar ternyata hidup ini sungguh berat bila dijalani
    Ternyata pengorbanan orang tuaku begitu hebat untukku
    Air mataku sekarang menjadi saksi dan bukti tekadku
    Untuk bisa membuat mereka tersenyum suatu saat nanti
Untuk membuat mereka bangga berkata 'itu anakku'
Untuk membuat mereka memelukku dan berkata 'kami bangga kepadamu'
Untuk membuat teman-teman mereka berkata 'betapa beruntungnya kamu mempunyai anak sepertinya'
Dan untuk membuat mereka tenang ketika mereka berada di masa tua mereka
    Tuhan, restuilah aku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar