Setelah menonton film CLICK dan MY MOM-A LONG VISIT, saya mendapat inspirasi untuk membuat puisi ini. Semoga berkenan. :)
Ketika termenung sendiri di dalam ruang sepi
Teringat lagi akan masa dimana aku berada dalam sebuah zona
Zona dimana aku mendapat semua kenyamanan dan keinginan
Di saat itu aku tak terlalu mengerti arti pengorbanan orang tuaku
Saat semua telah berlalu
Kini aku berada di sebuah zona
Dimana semua kenyamananku diambil dan keinginanku dikubur
Disaat kesepian dan kegelisahan mulai meringkus hati
Kucoba terus melawan itu
Tapi tetap saja hal itu membebani pikiranku
Aku berpikir ini pilihan yang salah, fatal
Namun hati kecil ini menegur, 'Hei. Ini rencana Tuhan. Bukan rencanamu'
Aku terus menjalani ini hingga aku lelah
Disaat itu, aku teringat sebuah syair 'di doa ibuku, namaku disebut'
Air mata ini jatuh, mengalir tanpa aku sadar
Aku kembali teringat akan orang tuaku
Aku teringat disaat aku dalam zona nyaman
Tak pernah aku berpikir untuk menghargai keringat orang tuaku
Tapi disaat ini, semua pikiran dan batinku terbuka
Aku menangis, menangis dalam keheningan
Aku sadar ternyata hidup ini sungguh berat bila dijalani
Ternyata pengorbanan orang tuaku begitu hebat untukku
Air mataku sekarang menjadi saksi dan bukti tekadku
Untuk bisa membuat mereka tersenyum suatu saat nanti
Untuk membuat mereka bangga berkata 'itu anakku'
Untuk membuat mereka memelukku dan berkata 'kami bangga kepadamu'
Untuk membuat teman-teman mereka berkata 'betapa beruntungnya kamu mempunyai anak sepertinya'
Dan untuk membuat mereka tenang ketika mereka berada di masa tua mereka
Tuhan, restuilah aku.
Brill, 19th march 1994, ordinary man, musician, college student, freak, cheerful, many more. I made this for share my daily, my experiments, me experience, and etc.Simple boy, wanna be famous, Love Family and Jesus. Patient and temper boy.
Kamis, 14 Februari 2013
Rabu, 13 Februari 2013
Just share-Dongeng Motivasi
Dahulu kala ada seorang petani miskin yang mesti berjuang keras untuk memajukan kehidupannya. Namun meskipun ia terus bekerja dan berhati-hati dalam melakukan pengeluaran, ia tetap saja tak mampu menyisihkan penghasilannya untuk ditabung, selalu saja pas-pasan.
Suatu malam, dalam tidurnya ia bermimpi ada suara yang berkata: "Jika
ada sesuatu di dunia ini yang begitu sulit untuk kamu dapatkan, maka
suatu waktu hal itu akan muncul begitu saja di hadapanmu." Dan petani
inipun terbangun dari tidurnya. Dia kemudian berharap bahwa ketika ia
bangun di suatu pagi, ia akan menemukan harta yang berlimpah di rumahnya
sendiri. Dengan begini, tidak diragukan lagi bahwa kekayaan itu memang
dimaksudkan untuknya.
Beberapa hari berlalu, ketika ia sedang dalam perjalanan, bajunya
tersangkut pada semak-semak berduri yang tumbuh di sekitar ladang, Tak
ingin kejadian yang sama terulang, dia pun bermaksud membabat habis
semak belukar itu. Namun ketika ia mencabut akar dari semak itu, di
bawahnya ia menemukan sebuah kendi. Dibukanya tutup kendi itu, dan
alangkah kagetnya si petani ketika mengetahui bahwa di dalam berisi
begitu banyak kepingan emas. Pada mulanya hati petani miskin ini
berteriak girang, namun setelah beberapa menit berpikir, ia kemudian
berkata: "Oh aku memang ingin sekali menjadi kaya. Tapi aku telah
meminta agar harta itu muncul di gubuk kecilku, akan tetapi aku justru
menemukannya di ladang ini. Oleh karenanya aku takkan mengambil kendi
ini berisi emas. Kendi ini tidak ditakdirkan untukku."
Lalu petani itu pun meninggalkan kendi di tempat ia menemukannya dan kembali berjalan pulang. Sesampainya di rumah ia pun menceritakan penemuannya kepada istrinya. Istrinya pun marah besar atas kebodohan sang suami meninggalkan harta itu di ladang. Dan ketika si petani tidur, istrinya pun pergi ke rumah tetangga dan mengatakan segalanya. "suami saya yang begitu bodohnya justru meninggalkan harta itu di ladang dan bukan membawanya pulang. Pergi dan ambillah harta itu untukmu dan bagilah denganku."
Tetangga itu pun sangat senang dengan saran ini, dan tak menunggu lama ia pun menuju ke tempat yang dimaksud oleh istri petani. Disibaknya semak-semak belukar, dan ia memang menemukan kendi itu masih berada disana. Diangkatnya dan ditengoknya ke dalam kendi itu. Namun alangkah panik dan marahnya ia ketika melihat bahwa kendi itu ternyata tidak berisikan kepingan emas seperti yang diceritakan oleh istri petani melainkan penuh dengan ular berbisa.
"Perempuan licik. Dia pasti hendak menjebakku. Dia berharap aku memasukkan tanganku ke dalam hingga aku digigit dan mati keracunan oleh bisa ular." pikirnya marah.
Jadi iapun kembali menutup kendi itu dan membawanya pulang. Dan pada saat tengah malam tiba, dengan diam-diam dia mendatangi rumah petani miskin tetangganya. Dia melihat sebuah jendela yang terbuka. Dengan sigap dipanjatinya. Dikeluarkannya ular-ular berbisa itu dari dalam kendi, dan iapun kembali pulang.
Ketika fajar tiba, petani miskin yang pertama kali menemukan kendi tersebut, bangun untuk memulai hari. Ketika ia berjalan ke dapur untuk mengambil segelas air, dilihatnya setumpuk koin emas berhamburan di bawah jendela rumahnya. Dalam hati ia mengucap rasa syukur sembari berkata: "Akhirnya aku bisa menerima kekayaan ini, mengetahui bahwa mereka pasti ditujukan untukku, karena mereka muncul di rumahku sendiri, seperti yang aku harapkan!"
***
Pelajaran apa yang dapat kita petik dari cerita dongeng diatas?
Tentu saja bukan tentang mimpi si petani dimana harta itu tiba-tiba akan datang dengan sendirinya.
Tidak bukan itu.
Tapi pelajaran tentang bagaimana kita ini manusia haruslah pandai-pandai dalam melihat dan mencermati sebuah kesempatan yang ada. Namun telaahlah saat kita mengambil kesempatan itu sendiri, jangan sampai apa yang kita ambil itu merupakan hak milik orang lain. Seperti misalnya si petani miskin yang menolak mengambil kendi berisi emas saat ia menemukannya di ladang. Dia dapat melihat itu memang merupakan sebuah kesempatan, tapi dia merasa kesempatan itu memang belum diperuntukkan untuknya. Dia menemukan emas itu di ladangnya, bisa saja emas itu milik orang lain.
Memang ada sebuah pepatah 'siapa cepat dia yang dapat', tapi apakah anda bisa hidup bahagia dengan bersenang-senang di atas derita orang lain?
Namun pada saat kesempatan itu telah datang, dan anda yakin kesempatan itu memang diperuntukkan untuk anda, maka jangan tunggu lagi. Segera raihlah kesempatan itu.
Oleh karenanya, selalu bukalah mata anda. Tengoklah sekeliling anda, kesempatan itu mungkin kini ada di depan anda hanya saja anda kurang melihatnya. :)
Lalu petani itu pun meninggalkan kendi di tempat ia menemukannya dan kembali berjalan pulang. Sesampainya di rumah ia pun menceritakan penemuannya kepada istrinya. Istrinya pun marah besar atas kebodohan sang suami meninggalkan harta itu di ladang. Dan ketika si petani tidur, istrinya pun pergi ke rumah tetangga dan mengatakan segalanya. "suami saya yang begitu bodohnya justru meninggalkan harta itu di ladang dan bukan membawanya pulang. Pergi dan ambillah harta itu untukmu dan bagilah denganku."
Tetangga itu pun sangat senang dengan saran ini, dan tak menunggu lama ia pun menuju ke tempat yang dimaksud oleh istri petani. Disibaknya semak-semak belukar, dan ia memang menemukan kendi itu masih berada disana. Diangkatnya dan ditengoknya ke dalam kendi itu. Namun alangkah panik dan marahnya ia ketika melihat bahwa kendi itu ternyata tidak berisikan kepingan emas seperti yang diceritakan oleh istri petani melainkan penuh dengan ular berbisa.
"Perempuan licik. Dia pasti hendak menjebakku. Dia berharap aku memasukkan tanganku ke dalam hingga aku digigit dan mati keracunan oleh bisa ular." pikirnya marah.
Jadi iapun kembali menutup kendi itu dan membawanya pulang. Dan pada saat tengah malam tiba, dengan diam-diam dia mendatangi rumah petani miskin tetangganya. Dia melihat sebuah jendela yang terbuka. Dengan sigap dipanjatinya. Dikeluarkannya ular-ular berbisa itu dari dalam kendi, dan iapun kembali pulang.
Ketika fajar tiba, petani miskin yang pertama kali menemukan kendi tersebut, bangun untuk memulai hari. Ketika ia berjalan ke dapur untuk mengambil segelas air, dilihatnya setumpuk koin emas berhamburan di bawah jendela rumahnya. Dalam hati ia mengucap rasa syukur sembari berkata: "Akhirnya aku bisa menerima kekayaan ini, mengetahui bahwa mereka pasti ditujukan untukku, karena mereka muncul di rumahku sendiri, seperti yang aku harapkan!"
***
Pelajaran apa yang dapat kita petik dari cerita dongeng diatas?
Tentu saja bukan tentang mimpi si petani dimana harta itu tiba-tiba akan datang dengan sendirinya.
Tidak bukan itu.
Tapi pelajaran tentang bagaimana kita ini manusia haruslah pandai-pandai dalam melihat dan mencermati sebuah kesempatan yang ada. Namun telaahlah saat kita mengambil kesempatan itu sendiri, jangan sampai apa yang kita ambil itu merupakan hak milik orang lain. Seperti misalnya si petani miskin yang menolak mengambil kendi berisi emas saat ia menemukannya di ladang. Dia dapat melihat itu memang merupakan sebuah kesempatan, tapi dia merasa kesempatan itu memang belum diperuntukkan untuknya. Dia menemukan emas itu di ladangnya, bisa saja emas itu milik orang lain.
Memang ada sebuah pepatah 'siapa cepat dia yang dapat', tapi apakah anda bisa hidup bahagia dengan bersenang-senang di atas derita orang lain?
Namun pada saat kesempatan itu telah datang, dan anda yakin kesempatan itu memang diperuntukkan untuk anda, maka jangan tunggu lagi. Segera raihlah kesempatan itu.
Oleh karenanya, selalu bukalah mata anda. Tengoklah sekeliling anda, kesempatan itu mungkin kini ada di depan anda hanya saja anda kurang melihatnya. :)
Minggu, 10 Februari 2013
Coba buat puisi 11 Feb 2013
Aku terbangun di pagi ini, dan mulai memikirkanmu yang jauh disana
Disambut sapaan senyum mentari dan suara gemerisik dedaunan
Teringat lagi senyuman yang kau berikan kala kita bertemu di sekolah
Senyuman yang seakan menjadi penguat hati ini disaat lemah
Aku memandangmu dimalam hari, tak pernah berhenti tersenyum engkau padaku
Dengan isyarat hati yang kuat kau siratkan rasa sayangmu untukku
Semua harapan yang kau berikan ku terima dengan sepenuh hati
Ya, sepenuh hati
Tak pernah terbayangkan semua kan terjadi
Kau tinggalkanku dalam keheningan kini
Tanpa kata, tanpa suara
Kau pergi begitu saja
Saat kusadar, aku telah ada didalam sebuah ruang
Ruang yang ternyata adalah ruang hatiku
Ketika dulu damai, tenang, dan terisi oleh harapan
kini sepi, sunyi, gundah
Kini kau telah ada yang memiliki, jalan kita berbeda
Namun adakah harapan tuk kelak kita bersama?
Ya, aku tak pernah berhenti mengharapkan itu
Dan semoga kelak bertemu, kau mengerti aku dan perasaan ini
Disambut sapaan senyum mentari dan suara gemerisik dedaunan
Teringat lagi senyuman yang kau berikan kala kita bertemu di sekolah
Senyuman yang seakan menjadi penguat hati ini disaat lemah
Aku memandangmu dimalam hari, tak pernah berhenti tersenyum engkau padaku
Dengan isyarat hati yang kuat kau siratkan rasa sayangmu untukku
Semua harapan yang kau berikan ku terima dengan sepenuh hati
Ya, sepenuh hati
Tak pernah terbayangkan semua kan terjadi
Kau tinggalkanku dalam keheningan kini
Tanpa kata, tanpa suara
Kau pergi begitu saja
Saat kusadar, aku telah ada didalam sebuah ruang
Ruang yang ternyata adalah ruang hatiku
Ketika dulu damai, tenang, dan terisi oleh harapan
kini sepi, sunyi, gundah
Kini kau telah ada yang memiliki, jalan kita berbeda
Namun adakah harapan tuk kelak kita bersama?
Ya, aku tak pernah berhenti mengharapkan itu
Dan semoga kelak bertemu, kau mengerti aku dan perasaan ini
Jumat, 08 Februari 2013
Penghujung 08 Februari
Judulnya alay ya? :D ya memang begitu karena saya menulis ini pada pukul 11.14 PM WIB di tanggal 8 Februari 2013. Hari ini saya merasa lebih baik dari kemarin. Puji Tuhan kegundahan saya terjawab. dan sekarang yang jadi masalahnya, kenapa saya semakin kurang? Huff. Melelahkan menjalani pilihan ini. Ingin rasanya kembali ke masa lalu, tapi waktu tak mungkin mengijinkan. Kembali mengingat lirik lagu D'Masiv, "Syukuri apa yang ada, hidup adalah anugerah. Tetap jalani hidup ini, melakukan yang terbaik ", membuat saya menjadi lebih tegar lagi. Sejujurnya saya mulai bosan merasa hidup. Tapi saya terus yakin bahwa hidup adalah anugerah terbesar Tuhan, jadi saya jalani. Tetap semangat (mencari cinta juga ._.)!!!!
Rabu, 06 Februari 2013
7 Februari-Something special
Setelah menjalani hari yang luar biasa kemarin, hari ini dimulai dengan bangun telat karena kelamaan gaming -,- tapi tak apalah. Hari ini kan senggang :) Yah, bisa dibilang hari ini saya memulai lagi kehidupan saya yang baru. Memiliki kenalan yang baru, membina hubungan pertemanan yang baru, tapi tetap dengan musik yang lama.
Hari ini juga akan menjalani take gitar untuk revisi lagu atas nama cinta. semangat ya untuk saya :D
Hari ini juga akan menjalani take gitar untuk revisi lagu atas nama cinta. semangat ya untuk saya :D
Selasa, 05 Februari 2013
Back to stage (6 Feb. 2013)
Setelah beberapa lama berkutat di studio untuk pengerjaan materi album, akhirnya kembali ke stage dengan formasi baru, 3 orang (sebelumnya berlima). Yah, lebih simple tapi meyakinkan. Gak ribet dan lebih pasti penataannya. Saya bersyukur bisa merasakan momen ini. Apalagi bertemu para penggemar (cieeh. Penggemar) yang selama ini cuma dikontak melalui media sosial. Yah, saya akhirnya merasa hari ini lebih baik dari kemarin lah. Bersyukur. Ditambah lagi hari ini semua nilai yang keluar memuaskan dan saya bisa meluluskan semua mata kuliah yang saya programkan. Semoga ke depannya semakin baik. Amin amin amin.
Senin, 04 Februari 2013
Music is.......... something...
Yah. Pemikiran dan pengerjaan cover lagu dengan sasando membuat saya merasa lebih baik menjalani hari ini setelah suntuk tak tahu apa yang harus dilakukan. Dentingan nadanya dan ketelitian bermain sasando membuat saya berpikir cukup fokus dan sejenak melupakan kepenatan ini. Syukur ya. :) Saya sekarang berpikir bagaimana bakat yang Tuhan berikan ini bisa membuat saya dikenal orang, dan saya mengenal orang lain. Soalnya apa yang saya miliki sekarang tidak dimiliki oleh banyak orang (fakta loh). Yah, mungkin akan butuh waktu lama. Tapi semoga dengan tekad baru saya ini saya bisa menjalani hari lebih semangat lagi ya. Amin. Oh ya. Kalau mau, bisa liat video saya di https://www.youtube.com/watch?v=NscF2JfaPds ya. :)
5 Februari 2012
Seperti layaknya para remaja normal, saya merasa hidup ini membosankan. Dan apa yang saya pilih sekarang menjadi satu kesalahan terfatal yang saya buat di dalam hidup ini. Meninggalkan cinta dan sebuah zona dimana saya bisa lebih berkembang disana. Hidup dalam kesepian dan kebosanan. Ingin rasanya cepat meraih hal yang saya impikan, namun Tuhan sepertinya belum memberikan. Namun disatu kesempatan saya melihat seorang anak kecil yang berjualan koran, memakai pakaian yang sepertinya tidak dicuci seminggu, dan tubuhnya sangat kumal.
Hal itu memberi saya sebuah teguran bahwa saya masih lebih beruntung dibanding dia. Tapi disatu sisi hati saya menolak teguran itu dan mengatakan saya bisa lebih dari yang sekarang ini. Yah saya telah memilih, semoga komitmen saya memilih sebuah perjuangan bermusik dan kuliah ini menjadi pilihan yang tepat. Dan akhirnya, saya merasa hari ini sama seperti hari kemarin. Yang berarti saya gagal menjalani hari ini.
Hal itu memberi saya sebuah teguran bahwa saya masih lebih beruntung dibanding dia. Tapi disatu sisi hati saya menolak teguran itu dan mengatakan saya bisa lebih dari yang sekarang ini. Yah saya telah memilih, semoga komitmen saya memilih sebuah perjuangan bermusik dan kuliah ini menjadi pilihan yang tepat. Dan akhirnya, saya merasa hari ini sama seperti hari kemarin. Yang berarti saya gagal menjalani hari ini.
Langganan:
Postingan (Atom)