Rabu, 24 Juli 2013

3 hari menemukan rasa, 4 tahun Menjadi halangan

     Hari ini, 25 Juli 2013. Hari terakhir saya akan bertemu seorang wanita. Mungkin belum tepat kalau disebut hari terakhir, karena dia juga tidak akan mati besok. Hehe. Ya, saya cukup menyesal karena sudah sebulan lebih saya mengetahui wanita itu, namun saya hanya mempunyai 3 hari kesempatan bertemu. Saya tidak tahu kenapa. Tapi saya merasa sedikit menyesal.
     Awal mula perkenalan kami melalui satu media sosial. Anaknya ramah, asik. Sudah beberapa kali saya diajak bertemu, namun entah kenapa saya selalu berhalangan. Sampai pada hari selasa, 23 Juli baru saya bertemu dengannya. Kesan pertama saya mengatakan, dia manis. Serius. sangat manis. Kedua, dia tidak sombong. Orang cheerful. Ketiga, dia itu orangnya spontan. Tidak basa basi banyak. Terbuka. Yah, mengasyikan.
     Tapi sayangnya, dalam waktu dekat dia akan melanjutkan studi ke China, dan dia akan berada disana 4 tahun, bahkan lebih. Jujur, saya sedih mendengar itu. Saya merasa bahwa saya telah menemukan seseorang yang membuat saya nyaman, betah, gampang tertawa, dan bisa dibilang, saya mulai suka padanya. Tapi Tuhan mungkin berencana lain.
     Terlalu menyesakkan untuk saya ketika saya hanya punya kesempatan 3 hari bersamanya. Sungguh menyesakkan. Saya ingin terus bersama dia. Terus bersama, walau ada beberapa perbedaan di antara kami yang mungkin tidak bisa disamakan. Saya belum tahu apakah dia juga merasakan hal yang sama dengan saya. Namun saya ingat ketika tanggal 24 Juli malam dia berkata bahwa terlalu cepat waktu untuk kita bareng. Dia sendiri pun ingin lebih lama.
      Aaaaaah. Saya seperti mengalami dejavu ketika saya harus ditinggalkan lagi. Namun saya tetaplah saya, dan dia tetaplah dia. Kami tak bisa terus bersama karena dia harus mengejar cita-cita dan saya pun begitu. Apalagi dia nanti ke luar negeri. Tentu kami tidak akan bisa melakukan kontak yang intens. Satu harapan saya, semoga ketika dia datang kembali, saya masih mengenal dia seperti sekarang, dan dia masih mengenal saya seperti sekarang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar